Ketahui Tiga Fase Demam Berdarah Dengue, Jangan Remehkan!

- 3 April 2024, 08:21 WIB
Ilustrasi Demam berdarah
Ilustrasi Demam berdarah /Foto: Pexels @Pixabay/

MEDIA BLORA - Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan penyakit yang sering menjangkit masyarakat di saat cuaca musim penghujan. Tingkatkan kewaspadaan akan penyakit ini guna pencegahan.

Demam berdarah merupakan penyakit yang umumnya mewabah di daerah tropis. Sebagai penduduk daerah tropis, demam berdarah memang jadi penyakit yang mesti terus kita waspadai.

Baca Juga: Cara Mengatasi Tutup Toples Longgar Agar Bebas Serangga

Demam berdarah sendiri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti. 

DBD juga bisa ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes albopictus meskipun ini jarang. Selain menyebarkan virus dengue, nyamuk-nyamuk ini juga menyebarkan virus chikungunya maupun virus zika. 

Adapun angka kejadian penyakit ini bisa naik atau turun, yang mana hal ini dipengaruhi oleh musim, curah hujan, suhu udara, dan kepadatan penduduk di suatu lingkungan permukiman.

Penyakit demam berdarah Dengue terdiri dari fase demam (febrile), fase kritis, dan fase pemulihan.

Penting untuk memahami ketiga fase demam berdarah Dengue, sebab dapat mencegah terjadinya komplikasi penyakit yang bisa menyebabkan kematian.Berikut ketiga fase tersebut:

1. Fase Demam 

Pada fase demam atau febrile berlangsung antara 2-7 hari dan penderita tidak hanya merasakan demam tinggi, tetapi juga nyeri otot dan persendian.

Selain itu, penderita akan mengalami sakit kepala hebat, gusi memerah, hingga bintik-bintik merah di kulit (petechiae) akibat perdarahan ringan di bawah kulit.

Penderita juga dapat mengalami tanda-tanda perdarahan lain yang meliputi mimisan, muntah, atau buang air besar (BAB) berdarah.

Ketika sudah ada tanda-tanda perdarahan inilah demam Dengue menjadi demam berdarah Dengue. 

Jika sudah mengalami hal-hal tersebut, penanganan pada fase demam yang diperlukan meliputi upaya menurunkan demam tinggi, misalnya dengan pemberian paracetamol.

Dianjurkan untuk memperbanyak asupan cairan, boleh berupa air putih, oralit, jus buah, atau susu. Penderita bisa dirawat di rumah, tetapi orang yang merawat mesti selalu waspada.

Segera bawa penderita ke rumah sakit bila terjadi muntah-muntah, sakit perut, tidak bisa makan atau minum, tidak buang air kecil hingga empat sampai enam jam, perdarahan, dan tingkat kesadaran yang agak menurun. 

2. Fase Kritis

Pada fase kritis umumnya terjadi antara tiga sampai tujuh hari sejak gejala DBD muncul. Fase demam berdarah ini merupakan masa di mana penderita bisa membaik atau memburuk.

Baca Juga: Jalani Puasa Secara Sehat. Perhatikan Makanan Saat Sahur dan Berbuka

Penderita ada periode ketika demam menurun dan suhu tubuh pasien mendekati normal. Periode ini disebut sebagai defervescence.

Di sinilah justru perlu peningkatan kewaspadaan,  karena demam yang turun belum tentu berarti penderita mulai sembuh.

Pada hari ketiga sampai ketujuh sejak muncul demam, penderita yang jumlah trombositnya cenderung menurun, sebaiknya dirawat di rumah sakit meski demam sudah mereda.

Jika segera dibawa ke rumah sakit, penderita akan diberi infus cairan. Dokter dan perawat juga akan terus memantau jika ada tanda-tanda penurunan kondisi, seperti kebocoran plasma, perdarahan, tekanan darah rendah dan gangguan fungsi organ.

Komplikasi demam berdarah Dengue tersebut bisa terjadi dalam waktu 24 sampai 48 jam setelah demam turun. Sehingga banyak yang mengira bahwa penderita mulai sembuh dan terkejut ketika kondisi penderita kemudian memburuk dengan cepat.  

3. Fase Pemulihan

Penderita yang tidak terjadi penurunan kondisi, maka fase pemulihan akan terjadi dalam waktu 48 sampai 72 jam setelah demam turun.

Penderita akan merasa lebih baik secara keseluruhan, nafsu makan mulai pulih, dan trombositnya mulai naik jika diperiksa laboratorium darah.

Pada fase demam berdarah ini, kadang-kadang muncul semacam ruam putih pada pada kulit penderita. Ruam ini bisa tampak di antara ruam-ruam merah pada kulitnya.

Nyamuk Aedes aegypti banyak hidup di lingkungan urban dan berkembang biak dalam tempat penampungan air bersih yang dibuat oleh manusia.

Baca Juga: Zakat Fitrah Takjil Bagaimana Hukumnya? Simak Pandangan Para Ulama Berikut!

Sebelum terjangkit demam berdarah, maka ada baiknya melakukan tindakan untuk mencegah gigitan nyamuk.

Gunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, atau oleskan losion antinyamuk pada kulit saat beraktivitas di pagi dan sore hari.***

Editor: Muhammad Ma`ruf


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x